Sayang Ayah, tapi menyeretnya ke Neraka?
Berbicara tentang rasa sayang, sudah pasti setiap anak menyayangi kedua orang tuanya, tetapi sangat disayangkan, apabila rasa sayang itu hanya terucap lisan tanpa ada pembuktian.
Sungguh, telah banyak orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan tentang agama. Terutama kewajiban menutup aurat bagi wanita yang telah Baligh.
Menurut sebagian pendapat para ulama, wanita wajib menutup keseluruhan auratnya kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Sedangkan sebagian pendapat lagi beranggapan bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat tanpa terkecuali dan wajib ditutupi selain kedua mata. Yang berarti, ini adalah suatu pembuktian menurut madzhab imam Syafi'i, beliau mengatakan bahwa wajib hukumnya bagi wanita yang telah Baligh untuk memakai penutup wajah atau dikenal dengan nama "CADAR". Tetapi apabila belum sanggup memakai cadar, boleh saja para wanita berpegang terhadap pendapat yang mengatakan hukum memakai cadar adalah Sunnah.
Tetapi bukan berarti menutup aurat secara syar'i juga dikatakan Sunnah. Melainkan tetap Wajib.
Wanita dilarang untuk membuka auratnya karena Islam ingin membuat para wanita Muslimah menjadi wanita yang tinggi derajatnya, lagi suci dirinya. Maka dari itu Islam secara Kaffah menyeru agar Muslimah dapat menutup bagian yang tak sepantasnya dilihat oleh orang yang bukan mahramnya. Saya tegaskan sekali lagi, yaitu 'Menutup' aurat, bukan 'Membungkus'. Karena banyak kaum wanita yang salah kaprah akan arti menutup sesungguhnya. Yang bahwasanya, menutup adalah menghilangkan bentuk lekuk tubuh dan warna kulit dari pandangan khalayak ramai.
Sedangkan membungkus, seperti yang sering kita lihat pada zaman sekarang,
yaitu menutup tubuh menggunakan kain yang sangat ketat, bahkan tipis. Sehingga lekuk tubuh dan dan warna kulit sangat jelas terlihat. Dengan bahasa kasarnya, orang tersebut seperti telanjang. Dan lagi, pakaian pemudi zaman sekarang yang tak patut dicontoh yaitu, memakai jilbab yang tipis juga pendek, sehingga dada dan bokongnya tidak tertutupi. Terlebih lagi disaat rambut yang indah menjuntai dari dalam hijabnya.
Adapun Ayat Al-Qur'an tentang anjuran menutup aurat yaitu sebagai berikut:
Artinya: “ Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (Q.S.Al- A’Raaf:26)
Dari ayat di atas telah dijelaskan bahwa pakaian digunakan untuk menutup aurat. Perintah untuk menutup aurat ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan. Namun, saat ini perempuan justru semakin banyak yang membuka aurat atau tidak menutupnya dengan sempurna dan menjadi dosa wanita yang paling dibenci Allah. Padahal Allah telah menjelaskannya berkali-kali dalam Al Quran tentang cara berpakaian wanita muslimah dan kewajiban wanita dalam Islam.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Artinya: “ Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al Ahdzaab: 59)
Dari ayat diatas, telah sangat jelas apa tujuan Islam menyerukan wanita menutup aurat, yaitu hanya agar wanita terlindungi dan mengistimewakan para wanita.
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوَٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى ٱلْإِرْبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفْلِ ٱلَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرَٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka,
atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.
Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (Q.S. An Nur: 31)
Rasulullah juga telah memberitahukan kita tentang batasan aurat wanita dalam pandangan Islam yang diperbolehkan untuk dilihat. Dalam sebuah riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah SAW dengan pakaian yang tipis, lantas Rasululloh SAW berpaling darinya dan berkata:
“Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan.” (HR. Abu Daud dan Baihaqi).
Rasulullah s.a.w. bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang bermaksud:
“Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu:
1. Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam).
2. Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk syurga, serta tidak dapat akan mencium bau syurga, padahal bau syurga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian. (Riwayat Muslim)
Balasan bagi orang yang melanggar larangan Allah, ialah azab yang amat pedih, antaranya balasan wanita yang membuka rambut kepalanya selain suaminya, akan digantung dengan rambutnya di atas api neraka sehingga menggelegak otaknya, berterusan selama ia tidak menutupnya. Dada yang sengaja dibuka atau ditonjolkan supaya kelihatan seksi, akan di gantung atas api neraka dengan pusat dan buah dadanya diikat dengan rantai neraka sebagai penggantungnya betis dan paha yang terselak-selak, sedia untuk dipanggang, pedihnya tidak terkira.
Peristiwa Mi’raj
1. Wanita menangis sambil meminta pertolongan tetapi tiada yang sanggup membantu. Gambaran balasan wanita yang berhias bukan kerana suaminya.
2. Wanita tergantung pada rambutnya, otaknya menggelegak dalam periuk. Balasan wanita yang tidak menutup auratnya (rambut)
3. Wanita berkepala seperti babi, badannya seperti kaldai dan menerima berbagai balasan wanita yang suka membuat fitnah, bermusuh dengan jiran dan membuat dusta.
4. Wanita yang mukanya hitam dan memamah isi perutnya sendiri. Balasan wanita yang mengoda dan menghairahkan lelaki.
5. Lelaki dan wanita yang ditarik kemaluannya ke depan dan ke belakang serta dilontar mukanya ke api neraka. Kemudian ditarik dan dipukul hingga keluar api dari badannya. Balasan orang yang membesarkan diri dan takabur kepada orang ramai.
6. Lelaki dan wanita dimasukkan besi pembakar daging dari duburnya, keluar hingga ke mulutnya. Balasan orang yang membuat fitnah, mengejek dan mencaci.
7. Wanita tergantung rambutnya di pohon Zakkum, api neraka membakarnya lalu kering kecut dagingnya terbakar. Balasan wanita yang minum ubat untuk membunuh janin.
8. Wanita dibelenggu dengan api neraka, mulutnya terbuka luas, keluar api dari perutnya. Balasan wanita yang menjadi penyanyi tidak sempat bertaubat.
9. Lelaki dan wanita yang masuk api ke dalam perut dari duburnya lalu keluar dari mulut. Balasan orang yang makan harta anak yatim.
10. Lelaki dan wanita kepalanya terbenam dalam api, dituang pula air panas ke badannya lalu melecur seluruh tubuhnya. Balasan orang yang berusaha ke arah pergaduhan sesama manusia.
Sangat beruntung dirimu wahai wanita, dirimu selalu disanjung dan diibaratkan sebagai perhiasan dunia. Bahkan jalanmu menuju Syurga sangatlah mudah jika kau mau. Tapi sayang, gengsi dan perkataan sinis orang yang membuatmu pura-pura buta akan firman Allah yang telah tertulis indah.
Jika benar kau menyayangiku serta mencintai Ayahmu, maka bersegeralah bertaubat dan menutup auratnya. Karena cukup ia merasakan panas matahari demi menghidupimu. Jangan lagi kau biarkan ia terbakar api neraka hanya karena auratmu yang tak dapat kau jaga.
Tak mengapa apabila tubuhmu merasa panas disaat menutup aurat, karena Allah akan menggantikan dengan kesejukan hati yang akan kau rasakan didunia juga akhirat.
Aceh, 29 Juni 2019
Sabtu, 29 Juni 2019
Kamis, 21 Maret 2019
Cerpen "Hilangnya Peran si Jari Manis"
Hilangnya Peran si Jari Manis
Oleh: Fontia_atj
Impian yang terbelenggu dalam sebuah angan, membuatku depresi setengah gila. Kurasa, tiada makna dibalik kehidupanku selama ini. Tiada suka, melainkan duka yang teramat menyesakkan dada.
Semasa sekolah menengah atas sewaktu dulu, perbincangan tentang percintaan adalah topik yang sering diangkat dalam sebuah pembicaraan. Baik lelaki maupun wanita, semua bercerita menggebu dengan busa di samping kanan kiri sudut bibirnya. Aku sangat teringat akan hal itu, bagaimana tidak? Aku pun sering menjadi pembicara dengan tema pernikahan saat itu, banyak teman-teman yang memuji karena pengetahuanku tentang pernikahan. Dan tak sedikit yang menebak jalan percintaannya yang sangat diidamkan para wanita (katanya). Ya, akupun sempat berfikir, apakah aku bisa menjadi seorang istri yang banyak diidamkan oleh para pria pada umumnya? Entahlah, biarkan menjadi rahasia yang mungkin indah, atau bisa saja buruk.
Setelah menerima kelulusan sekolah menengah atas, akhirnya kami berpisah menempuh jalan masing-masing. Beberapa diantara mereka memutuskan untuk menetap dirumah dan menikah. Dan lainnya lagi melanjutkan pendidikan ke Universitas favorit masing-masing. Begitu pula dengan aku yang mendambakan sebuah Universitas untuk melanjutkan pendidikan. Beriring berjalannya waktu, kini aku menduduki semester akhir. Dan telah banyak sekali teman-teman yang sudah menempuh kehidupannya masing-masing (menikah). Ditengah kesulitanku mengerjakan tugas akhir perkuliahan, berbagai macam penyakit pun mulai menyerang, mulai dari lambung dan juga typus. Hingga keluar masuk rumah sakit pun menjadi hobi baru. Dan pada akhirnya aku mulai putus asa dengan takdirku, setelah penyakit lambung dan typus berhasil kukalahkan, penyakit baru datang memperkenalkan diri dan bersemayam hampir setahun lebih. Tiada obat yang dapat menyembuhkan, melainkan kesabaran dan doa kesembuhan yang tak pernah henti kulantunkan. "SCABIES" penyakit kulit yang pernah ku anggap sepele akan kehadirannya. Tapi ternyata, setahun lebih berlalu dan penyakit tersebut semakin merajalela menggerogoti badanku. Jari manis yang sejak dulu ku dambakan akan tersendatnya lingkaran indah pertanda suatu hubungan yang sakral. Kini, telah kehilangan perannya. Ia menghilang sebab SCABIES yang memakannya secara rakus. Keterpurukannya kini membuat semua hidupku hancur melebur. Beberapa pria melontarkan perihal perasaannya terhadapku. Bahkan semua kutolak karena tak ada lagi kesempurnaan yang patut didambakan, tiada lagi kemanisan dalam diri yang patut dipamerkan. Hidup terpasung jeratan besi. Iya, itulah hidupku yang terlalu berharap akan lingkaran manis di jari yang tak lagi berhenti menangis.
Aceh, 22 Maret 2019
Langganan:
Komentar (Atom)
Kisah Nyata "Terbitlah Kala"
Bahagia? Sebuah mimpi yang sedang aku usahakan 14 tahun silam untuk menjadi sebuah nyata. Sebut saja namaku kala, kelas 5 SD pahitnya hidup ...
-
ARLOJI KEMATIAN Oleh: Risca Nanda Fontia Ketika detik tak lagi berdetak, Raga menggulung diri di ranjang renta. Kerap terdengar riuh ig...
-
PENUH GELOMBANG Khairul Anam Hidup ini bagai di tengah lautan Penuh gelombang dan hantaman-h...
-
Superhero jaman doeloe Oleh: Risca Nanda Fontia Di tengah gelapnya malam, Kau hadir bak rembulan. ...

