PENUH GELOMBANG
Khairul Anam
Hidup ini bagai di tengah lautan
Penuh gelombang dan hantaman-hantaman
Terkadang tenang
Terkadang ombak datang menerjang
Sedang yang terlihat hanya pasir pantai
Dan angan berharap lekas menepi
Tapi seperti inilah adanya
Aku berlayar tanpa bahtera
Akan kemanakah diri ini pergi?
Aku tak sedikit pun mengerti
Seolah hanya mengikuti ombang-ambing tak beraturan
Tak tentu arah, tak bisa kuikuti sepenuhnya isyarat angin
Oh Tuhan, kapankah aku sampai pada tepi pantai sana?
Seperti dia, mereka dan semua
Yang kini lincah berpijak di atas pasirnya
Dan melukis, serta mengukir bahagia
Bila di antara semua berawal dari sepertiku
Tak hanya gelombang lembut yang menggiringnya
Maka dahsyatkanlah terjangan ombak dengan kemesraan badai-Mu
Sanyangilah aku sperti mereka!
Tegakah Engkau membiarkan aku terapung-apung di atas ketidak-berdayaan?
Aku ingin keselamatan
Aku ingin kebahagiaan
Hanya Engkau yang bisa memberikan
Jangan biarkan aku tenggelam
Tertusuk tajam yang begitu dalam
Jangan biarkan aku tenggelam
Karena tanpa cahaya teramat kelam
Surabaya, 06 Januari 2018.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kisah Nyata "Terbitlah Kala"
Bahagia? Sebuah mimpi yang sedang aku usahakan 14 tahun silam untuk menjadi sebuah nyata. Sebut saja namaku kala, kelas 5 SD pahitnya hidup ...
-
ARLOJI KEMATIAN Oleh: Risca Nanda Fontia Ketika detik tak lagi berdetak, Raga menggulung diri di ranjang renta. Kerap terdengar riuh ig...
-
PENUH GELOMBANG Khairul Anam Hidup ini bagai di tengah lautan Penuh gelombang dan hantaman-h...
-
Superhero jaman doeloe Oleh: Risca Nanda Fontia Di tengah gelapnya malam, Kau hadir bak rembulan. ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar