Jumat, 27 Oktober 2017

CerpenKu "TheLastAnnive"

                      The last annive
                   Risca Nanda Fontia

       Cerita ini diangkat dari sebuah kisah kami, yaitu aku dan dia. Namaku Rara, dan aku mempunyai seorang kekasih atau pacar yang bernama Rezky.
Hari ini adalah hari anniversarry hubungan aku dengan Rezky yang ke 4 tahun, tapi tidak seperti tahun tahun yang lalu, tepat waktu sekali dia ngucapin selamat hari jadian, tapi sekarang tak ada kabar satu pun dari dia. Aku juga sudah berusaha beberapa kali untuk menghubunginya, tapi tak ada respon apapun.
         Kini tepat jam 12.00 siang, seperti biasa aku dan teman teman relawan yang lainnya meminta sumbangan di jalan-jalan raya, guna untuk membantu dana warga yang terkena musibah. Hingga ketika jarum jam menunjukkan ke pukul 13.30, pada saat kami sedang beristirahat di bawah pohon, terdengar suara yang lumayan besar, dan tak jauh dari situ. Karena rasa penasaran, aku langsung beranjak dari tempat duduk di bawah pondok tersebut dan berlari menuju ke tempat kejadian tersebut, sangat ramai orang yang berkumpul disana, dan ketika aku melihat siapa korban kecelakaan tersebut, ternyata ia adalah Rezky. Seketika itu aku berteriak dengan rasa gemetar tak karuan. "Rezky, rez bangun rez! Kamu jangan tutup mata, aku ngak mau kalau kamu ninggalin aku, aku sayang banget sama kamu, ayo bangun! Ini hari istimewa kita loh, ngak lucu tau ngak kalau kamu sampai ngak selamat, please aku mohon bangun rez!"
       Dengan bercucuran banyak darah, aku pun menggenggam tangan rezky, dan dengan kencang agar dia tak pergi ninggalin aku. Tapi suasana seketika berubah, pada saat Rezky bangun dan malah tertawa dengan kencang. Aku yang melihat tingkah aneh Rezky, hanya bisa duduk berlutut dan diam, karena aku sangat merasa bingung dengan apa yang aku lihat sekarang. Dan Rezky pun berkata " hahahaha, sayang ku Rara.... Maafin aku ya sayang, aku tadi cuma bercanda kok. Dan ya satu lagi, happy anniversarry to four years ya sayang," (sambil menggenggam tangan, dan mengecup keningku). Tanpa bicara lagi, aku beranjak dan langsung pergi dari tempat itu. Rasa kecewa, marah, kesal, semua bercampur aduk menjadi satu. Dan ketika aku ingin melangkahkan kakiku untuk kesekian kalinya, tiba tiba ada yang menarik tanganku dari belakang, dan ketika ku balikkan badan, ternyata yang menarik tanganku adalah Rezky, dia menatapku dengan berlinang air mata dan berkata, " Rara, aku minta maaf! Aku tau caraku membuat kamu terkejut itu sangatlah konyol, tapi tolong maafin aku, aku sayang banget sama kamu ra, please maafin aku!" (Sambil meneteskan setitik air mata). Akupun tak tega melihatnya mohon mohon seperti itu, jadi aku usap air matanya, dan aku tak tau apa yang mau aku katakan selain "iya". Dia pun tersenyum dan terlihat begitu bahagia sembari mengeluarkan sebuah kotak kecil bewarna merah dari balik jaket nya, dan diberikan kepadaku sebagai hadiah anniversarry. Dan ketika kotak itu dibuka, aku spontan dan terkejut ketika melihat cincin bewarna putih yang sangat indah, dengan di taburi beberapa kristal yang amat menyilaukan mata, dan pasti saja aku tutup lagi kotak tersebut, dan aku kembalikan kepada Rezky, karena aku pikir jika aku tidak pantas untuk menerima hadiah semewah dan semahal itu. " maaf sayang, aku ngak bisa nerima hadiah dari kamu, karena aku tau bahwa cincin itu pasti harganya sangat mahal, ngak! Aku ngak bisa nerima itu!" "sayang, please dong! Jangan seperti ini, cincin ini aku beliin hanya khusus untuk kamu, setengah tahun loh aku nabung ngumpulin uang buat beli ini untuk kamu, dan aku sengaja ngak minta uang dari orang tuaku untuk beli ini, karena apa? Aku ingin membahagiakan kamu dengan usaha dari aku sendiri, dan tanpa adanya campur tangan orang lain, meskipun itu orang tuaku sendiri! Dan aku mau, kamu ambil cincin ini sebagai tanda, tanda kalau kamu itu milikku! Dan aku mau, kamu mendampingi aku selama perjalanan, hingga maut menjemputku nanti! Dan Rara criesya putri, maukah kau menjadi wanita yang halal untukku? ".
     Suasana seketika menjadi hening, aku berfikir cukup lama, apakah aku akan menerima atau malah menolaknya! Karena aku takut, jika setelah menikah nanti, perilaku Rezky terhadap ku menjadi berubah! Dan setelah beberapa menit aku berfikir, dan akhirnya aku temukan jawaban dari pertanyaan Rezky. " eummm Rezky, sebelumnya terima kasih atas semua waktu yang selalu kau luangkan untuk aku, dan sudah empat tahun lamanya kita menjalin cinta di luar ikatan pernikahan, dan kini kau mau menghalalkanku dan menjadikan ku sebagai istri mu, dan sangat tidak mungkin aku menolaknya! Dan iya, aku mau jadi pendamping hidup kamu sampai maut memisahkan." (seraya tersenyum tipis). Dengan hati gembira, Rezky berlarian kesana kemari, dan loncat sana sini sebagai pengekspresian diri bahwa dia sangat bahagia dan senang. Dan sampai akhirnya,,, "Brruukkk" aku tercengang dan kaget ketika malihat Rezky yang tertabrak oleh truk, tetapi aku tidak sepanik ketika yang pertama dia pura-pura tertabrak, karena aku pikir dia ingin mengerjaiku untuk kedua kalinya, kemudian aku berjalan santai dan perlahan kemudian berlutut disampingnya seraya berbisik. "Sayang, udah basi tau! Cukup donk sandiwara nya, liat tuh! Disini ramai banget orangnya, kamu ngak malu? Ayo bangun sekarang!"  tetapi Rezky tak bergerak sedikitpun. Kemudian kepanikan pun mulai menghujam hatiku ketika itu, dan seketika aku mencium bau darah yang amis. Dan ketika itu, Rezky sadar dan memberikan cincin kepadaku, sembari berkata " sayang, tolong pakai dan jaga cincin ini sebaik mungkin! Dan aku mohon jangan pernah lepaskan! " (dengan gemetar dan suara terputus putus) kemudian dengan isak tangis, akupun menjawab dengan suara pelan dan sedikit bergetar. " iya Rez, pasti akan aku pakai dan jaga pemberian kamu ini, tapi kamu ngak apa apa kan? Kamu ngak akan pergi ninggalin aku? Kamu juga ngak akan pergi sendiri kan?, jawab Rez, jawab! (Dengan suara sedikit memekik) " dengan suara terputus putus, Rezky pun menjawab " enggak sayang, aku gak a pa apa, a ku gak a kan per gi jauh dari kamu! Aku kan say yang banget sama kamu, dan aku juga gak mau kalau per gi sendiri! Aku maunya nanti kita pergi berdua Ra ......." (dan seketika suara Rezky melemah dan akhirnya kembali tak sadarkan diri, sampai kemudian ambulance datang untuk membawa Rezky ke rumah sakit.
Setibanya dirumah sakit.
(Ruang operasi)
     Setelah tiga jam berada di ruang operasi, dokter yang menangani Rezky pun keluar dari ruang tersebut kemudian menjumpai aku dan ibunya Rezky yang menunggu di ruang tunggu, tepatnya di depan ruang operasi. " syukurlah operasi pada tulang tengkorak belakang Rezky telah aman untuk saat ini, tapi saya mohon maaf buk! Karena kemungkinan besar, Rezky akan kita operasi untuk kedua kalinya, karena kedua ginjal Rezky telah rusak parah buk! Dan kabar buruk selanjutnya, dirumah sakit ini tidak ada stok ginjalnya buk, dan mau tidak mau kita harus menemukan orang yang mau mendonorkan ginjalnya untuk Rezky anak ibu! Heu... (Suara hela nafas), baik buk saya permisi sebentar, jika ibu sudah menemukan orang yang mau mendonorkan ginjalnya untuk Rezky, ibuk bisa langsung temui saya" kemudian terdengar isak tangis yang tertahan
     Beberapa saat kemudian, ibu Rezky berbicara kepada bahwa ia ingin mendonorkan ginjalnya untuk Rezky, tetapi aku melarangnya karena kondisi ibunya Rezky yang sudah tua dan tak sehat lagi, dan mungkin dia melakukan operasi ginjal untuk Rezky.
" Buk, saya permisi sebentar! " (pintaku pada ibunya Rezky). Ibu Rezky hanya mengangguk pelan dengan sedikit senyuman di bibir nya. Dan langsung saja aku melangkahkan kaki menuju ruang dokter ahli bedah yang menangani Rezky. Walau pelan dan penuh keraguan, tapi aku harus tetap maju untuk memantapkan niat ku menolong Rezky, karena aku tak tega melihat kondisi ibunya Rezky yang sangat terpukul ketika melihat kondisi anaknya.
*Sesampainya di depan ruang dokter
(Tok tok tok) ku ketuk pintu dengan sedikit pelan. Dan terdengar suara yang tegas dan sedikit nge bass dari dalam ruangan itu. "Iya silahkan masuk" kemudian ku buka pintu dengan perlahan dan masuk kedalam ruang itu. "Oh mbak Rara, silahkan duduk mbak!" ketika dipersilahkan untuk duduk, aku langsung membuka pembicaraan. "Saya siap menjadi pendonor ginjal untuk Rezky dok!." (terdengar suara hela nafas dokter) "baik, sekarang kamu ikut saya, untuk meriksa apakah ginjal kamu cocok atau tidak." aku hanya mengangguk pelan.
Usai pemeriksaan, dan ternyata ginjalku cocok, akhirnya aku bersiap siap untuk di operasi.
*Setelah operasi
Rezky mulai menggerakkan tangannya sedikit demi sedikit dan diiringi dengan kedipan mata yang berusaha untuk membuka matanya. Dan setelah ia sadar, orang pertama yang ia cari adalah aku, bagaimana tidak? Kami telah bersama selama empat tahun.
"Buk, dimana Rara? Aku mau ketemu sama rara, aku kangen banget sama dia (sembari menghela nafas dan tersenyum ringan) kayak udah lama banget aku ngak ketemu sama dia buk!"
Nak, kamu baru aja selesai operasi! Kamu jangan terlalu banyak gerak gerak dulu!"
"Ngak buk, aku ngak mau! Aku maunya ketemu Rara sekarang juga! Titik.!!"
Dengan menahan rasa sakit, Rezky bangun dan berjalan mencari dimana aku berada.
"Nak, ayo ibu bantu kamu! Rara ada di kamar 004." sambil mendorong kursi roda Rezky yang tak sanggup jalan jalan sendiri.
"Kamar 004? Ngapain dia disitu buk? Ohhh aku tau, pasti dia mau kasih Rezky kejutan kan buk? Iya kan? (Tersenyum sejenak) dasar Rara, ngak habis habis kejutannya. (Setengah tertawa ringan)"
Setelah sampai tepat di depan kamar 004, tanpa sabar Rezky langsung membuka pintu kamar nya. Dan seketika ia merasa bingung dan kaget.
"Buk? Kita salah kamar ya? Kok ngak ada Rara? Yaudah buk kita keluar aja, kasian orang sedang tertidur sakit itu! Ntar kita ganggu lagi" pinta Rezky pada ibunya. Tetapi ibu Rezky sama sekali tidak mengubris perkataan Rezky, dan ia langsung saja mendorong kursi roda Rezky semakin dalam ke kamar tersebut. Dan ketika tepat di samping ranjang, Rezky terperanjak kaget ketika melihat sosok wanita yang tertidur di ranjang rumah sakit itu adalah kekasihnya Rara. Dengan spontan, Rezky menggenggam tanganku dengan sangat erat, seolah olah menahanku agar tidak pergi.
"Buk, tolong jelasin ke Rezky buk, kenapa Rara terbaring lemah disini? (Dengan nada pelan dan lemah) sedangkan sebelum aku di larikan kerumah sakit, aku masih melihatnya dalam keadaan yang baik baik saja! Jadi kenapa dengan waktu singkat, semua berubah? Ada apa ini buk?" (mulai menaikkan suaranya)
"Maafin ibu nak, ibu ngak bisa apa apa! Ibu ngak tau kalau Rara yang udah donorin ginjalnya buat kamu! Dan ibu mengetahui semuanya ketika kondisinya semakin melemah, dan dokter yang menceritakan semuanya"
Dengan deraian air mata, Rezky menunduk sambil memegang tangan Rara dan menangis sejadi jadinya. Kemudian ia tiba tiba menghentikan tangisannya ketika ia merasa denyut nadi di tangan Rara sudah berhenti berdenyut, begitu pula dengan detak jantungnya. Rezky merasa sangat terpukul, karena dirinya lah Rara menjadi meninggal dan pergi untuk selamanya dari kehidupan Rezky. Dengan tangisan yang tak tertahan lagi, ia kembali memegang tangan kekasih nya sembari sesekali ia cium. Ia terus menangis tanpa henti sambil menunduk di samping mayat Rara, dan semakin lama suara tangisan Rezky melemah dan pada akhirnya menghilang. Ibu Rezky yang sejak tadi berada di samping nya, merasa khawatir dan panik! Dan sesaat kemudian dokter datang untuk memeriksa keadaan Rara dan Rezky. Tapi apa boleh buat, dokter menunduk sambil menggelengkan kepalanya sambil berkata "maaf buk, anak ibu dan kekasih nya tidak dapat kami selamatkan, mereka berdua telah di panggil oleh sang kuasa, sekali lagi maaf buk!" (melangkahkan kakinya keluar kamar pasien)
Ibu Rezky berteriak memanggil nama Rezky, yang pada saat itu telah meninggalkan nya seorang diri..
Terbukti, bahwa "cinta" dapat di rasakan oleh siapa pun, kapan pun, bahkan di manapun! Dan kita berhak atas cinta, tetapi jika tuhan telah berkehendak, insan mana yang bisa mengelak. Meskipun telah bersama selama bertahun tahun, tetapi jika tuhan berkehendak mereka tak bisa bersama, maka itulah yang akan terjadi.

Aceh, 13 Juli 2017

Rabu, 25 Oktober 2017

CerpenKu "DetikTerakhirnya"

        DETIK TERAKHIR NYA 
        
  Aku bahagia, karena aku terlahir sebagai anak tunggal, dan juga di keluarga konglomerat, dan tidak hanya itu!akupun menjadi anak kesayangan ayah dan ibu, semua waktu ku jalani bersama dengan mereka. Mulai pagi, hingga malam harinya. Semua waktuku habis bersama mereka!ya, kesenangan tiada tara bagiku. Bagaimana tidak? Apapun yang aku inginkan, pasti akan aku dapatkan dengan mudah, aku sempat berpikir, apakah aku akan merasakan semua kebahagiaan ini selama hidupku?ternyata tidak, tidak sama sekali! Karena aku tau, roda pasti akan berputar, yang dulu aku berada di atas, sekarang aku berada di tingkat bawah, bahkan paling bawah. Ya, itulah kehidupanku sekarang, semenjak kedua orang tuaku memutuskan untuk berpisah, kehidupanku pun mulai berubah 360°, ayah pergi ke inggris, sedangkan aku dan ibu pindah kerumah yang baru, dengan alasan ibu tidak ingin lagi terbayang akan masa lalu di rumah kami yang lama! Lalu, mau dikatakan apalagi?aku pun mengikuti saja kemauan ibu untuk pindah rumah!

(Setahun pun berlalu)

   Selama setahun itu, aku tidak pernah bicara dengan ibu, ya karna aku benci dia!aku benci ibu!dia ngak pernah ada waktu untukku, dia hanya sibuk dengan bisnis dan pekerjaannya!
Dan hari ini, adalah hari pertama aku masuk kesekolah baru, dimana sekolah itu, bagaikan neraka untukku, yang didalamnya pasti banyak sekali peraturan yang dapat menghalangi perbuatanku.

(Saat masuk kelas)
   Semua menatapku dengan tatapan sinis, ya mungkin itu terjadi karena penampilanku yang berandalan, tapi hal tersebut tidak kudapati dengan seorang cowok culun yang duduk sendiri di bangku nomor dua itu, ia terlihat ramah, dan sepertinya dia suka kepadaku!
Ahh,,, tapi apa untungnya untukku?bodo amat sih! (Kataku dalam hati)
Dan seperti kebiasaan, anak baru harus memperkenalkan diri, begitu juga dengan aku saat itu, setelah memperkenalkan diri, cowok yang tidak aku ketahui namanya itupun mengajakku untuk duduk disampingnya,, hemm yaudahlah ya, ngak apa apa deh duduk dengan anak udik dan culun ini! (Pikirku dalam hati)
Dan baru saja aku duduk, dia langsung menyodorkan tangannya sebagai tanda perkenalan, dan tak lupa ia menyebutkan nama, begitu juga sebaliknya dengan ku!
(Singkat cerita)
   Waktu istirahatpun tiba. Sebagai anak baru yang belum mempunyai teman, jadi aku memutuskan untuk pergi ke taman sekolah sendirian. Aku duduk, dengarin musik, dan berpikir (sebenarnya ada apa sama aku?aku dulu ngak seperti ini!dulu aku ceria, dulu aku bahagia, dulu aku selalu tertawa, tapi sekarang? Kenapa semua berubah?aku sendiri!aku hampa dan kosong! Aku lelah hidup sendiri, aku merasa menjadi manusia konyol, aku ngak kenal siapa aku sekarang, aku merasa terlantar, dan aku, aku bodoh!kenapa aku seperti ini?"

   Ditengah lamunan ku, tiba tiba Radit datang, ia adalah cowok yang sering aku sebut culun!
Spontan aku berkata "Ngapain loe disini, hah?" (dengan nada kasar dan tinggi)
"Wissss, galak amat nenk!ntar cantiknya ilang loh!" (setengah ngeledek)
"Dasar resek loe!"
"Udah, jangan marah marah, aku kesini tuh, buat kasi ini untuk kamu!" (menyodorkan sebungkus roti)
"Ini?ini buat gue?heh culun, loe pikir gue orang miskin?gue bisa beli ini sendiri!bahkan kalau perlu, tokonya sekalian gue beli! Oh ya satu lagi mulai sekarang dan seterusnya, loe jangan pernah ngurusin hidup gue lagi, dengar?" (nada geram sambil membuang sebungkus roti yang diberikan radit, kemudian pergi dari taman)
"Haduhh, kayak macan tuh cewek, seram amat!tapi cantik sih, hehe"

  Setelah aku pergi dari taman, aku kembali masuk ke kelas. Dan karena bosan, akupun tertidur! Entah berapa lama aku tidur, sampai akhirnya terdengar suara berisik dari seorang bapak bapak yang tak sedikutpun ku hiraukan
"Sin, sindy!sindy ayo bangun!,,, ayo cepat bangun! Sindy! (Brukkk, memukul meja)
Spontan aku terbangun dan berkata
" apaan sih pak?ribut banget, ngak sopan deh!" (nada keras)
"Kamu itu yang apa apaan?dasar anak tidak sopan!" (dengan nada ngebentak)
"Eh, bapak jangan macam macam ya!jangan mentang mentang bapak itu guru disini, terus bisa seenaknya bangunin orang!"
"Dasar anak gila!sekarang kamu ikut bapak menghadap kepala sekolah!" (sambil menarik lengan bajuku, tapi aku sangat senang, karna sekarang aku pasti akan dikeluarkan dari sekolah)

  Sesampainya dikantor kepsek....

"Silahkan duduk sindy, jadi saya sudah dengar pengaduan pak ridwan tentang sikap kamu yang sangat kasar, sebenarnya apa sih mau kamu? Kamu kan perempuan, lagi pula kamu ini anak baru!seharusnya tidak berprilaku seperti ini!" (kata kepsek)
"Udah deh pak, daripada repot panjang lebar ngomong nya, lebih baik bapak keluarin saya aja dari sekolah ini, saya mau kok!"
"Oh tidak bisa sindy, karna ibu kamu sendiri yang meminta agar bapak merubah sikap kami yang berandalan, menjadi lebih baik, jadi kamu itu sudah menjadi tanggung jawab bapak!"
"Aduh pak, pusing ya dengerinnya!jadi saya harus ngapain?"
"Yasudah, sebagai hukuman, sekarang bapak mau, kamu bersihkan seluruh toilet yang ada di sekolah ini, dan setelah itu, kembali kesini lagi!"
(Dengan sedikit meledek, aku membalas jawaban kepsek)
"Udah selesai pak?sanggup ya, ceramah panjang lebar, awas ntar lepas tuh mulutnya" ( sambil pergi meninggalkan kantor kepsek dan menuju toilet)
  Ditengah perjalanan menuju toilet, aku berpikir, kenapa harus capek capek bersihin toilet?lebih baik, aku kabur aja! Dan langsung saja niat itu aku jalankan, ketika sampai dibelakang sekolah, segera aku panjat tembok tinggi itu untuk kabur, dan setelah bersusah payah memanjat, akhirnya aku sampai diatas tembok, dan ketika ingin loncat kebawah, ada seseorang yang memegang kakiku, dan membuatku kaget, ketika aku melihat kebawah, ternyata yang menarik adalah radit, dia terus membujuk agar aku mau turun kebawah, meskipun awalnya aku menolak, tapi akhirnya aku mau karna aku berpikir kalau bisa manfaatin dia!
(Setelah turun)
"Apaan sih loe? Kan udah pernah gue bilang, loe jangan pernah ngurusin hidup gue, loe itu bukan siapa siapa gue!loe itu cuma cowok culun yang ngak berguna!"
"Tapi loe itu, udah gua anggap sebagai sahabat gua!" (dengan nada lembut ia terus bicara, meskipun wajahku menunjukkan kalau aku ngak suka sama kata katanya)
"Kenapa?kamu gak percaya?sindy kamu harus percaya sama aku, aku tuh peduli banget sama kamu, apa perlu aku buktiin?"
"Ok kalau kamu mau ngebuktiin, sekarang ikut aku!" (aku pun mengajaknya ke toilet dan sesampainya di depan toilet, radit menyuruhku untuk berhenti)
"Eh eh, tunggu dulu!kamu ngapain ngajak aku ketoilet?mau ngajak macem macem ya? Ayo ngaku!"
"Eh dasar, mikirnya ngeres mulu!tadi loe bilang, katanya mau ngebuktiin kalau loe sahabat gue kan?jadi sekarang gue mau, loe bersihin semua toilet yang ada di sekolah ini!"
"Hmmm cuma itu?ok, apa sih yang enggak buat sindy" (sambil tersenyum)
"Idih, lebay lu! Yaudah kerjain cepat!"
(Radit hanya tersenyum dan langsung membersihkan toilet, aku pun menunggunya disebuah bangku panjang hingga tertidur.)
  Beberapa saat kemudian, radit pun membangunkan ku, setelah aku membuka mata, aku melihat wajah radit yang pucat dan sedikit darah di hidungnya!
"Radit, loe kenapa? Hidung loe keluar darah!"
(Sambil mengelap hidungnya) "ngak, aku ngak kenapa kenapa kok sin"
"Baguslah, sekarang gue mau ke ruang kepsek dulu, bye!"

  Aku pergi tanpa mengucapkan terimakasih kepada radit, dan setelah tiba di ruang kepsek, aku disuruh masuk dan dipersilahkan duduk, pada saat itu aku pikir kepsek akan memaafkan aku, eh padahal dia cuma mau bilang kalau hukuman aku ditambah,dan dia men skors aku selama seminggu, ya aku senang sih! itung itung bisa refresing!. Setelah mendengar hukuman itu, aku langsung pulang, karena memang sudah waktunya untuk pulang sekolah!

(Sesampainya di rumah)
Seperti biasa, aku masuk kamar dan menguncinya sampai keesokan harinya!itulah yang aku lakukan setiap hari, karena jarang bertemu ibu, aku jadi pemurung dan seperti orang asing dirumah sendiri.

Keesokan harinya...
"Sayang, bangun!nanti kamu telat loh sekolahnya! (Ucap mama dengan lembut)
" ada apa sih?pagi pagi udah gangguin orang aja!" (sambil membuka pintu)
"Nak, kok belum siap siap?kamu ngak pergi sekolah?"
"Ngak! Aku dihukum kepsek, gak boleh masuk sekolah dalam seminggu ini!"
"Apa? Kok bisa?emangnya kamu salah apa nak?"
"Heuh, kepo banget sih! (Masuk kamar sambil ngebanting pintu)
" yaampun, ada apa dengan sindy? Kenapa dia jadi keras seperti ini? (Sambil menangis)

  Satu minggu pun berlalu, seperti biasa aku berangkat kesekolah.
sesampainya disekolah!!
"Eh cantik, udah sampai! Kemana aja? Udah seminggu ngak keliatan!"
"Kenapa? kangen?"
"Iyalah, kangen banget malah!"
"Heh, lebay, alay loe!
" Tapi suka kan? Hehe"
"Idih, apaan sih loe!"
Kamipun masuk bareng ke kelas...
(Singkat cerita)
Jam pun menunjukkan waktunya pulang sekolah..

Sesampainya dirumah!
"Bik, mama mana?"
"Mama  non, mama emmmm, mama.."
"Apaan sih bik? Mama anu, mama emm, ngomong yang jelas donk!"
"Mama masuk rumah sakit non!"
"Apa?"

Tanpa pikir panjang, aku bergegas kerumah sakit untuk melihat keadaan mama!

Sesampainya di rumah sakit

"Ma, mama bangun ma! Maafin sindy udah sering ngebentak dan marahin mama, sindy sayang banget sama mama, sindy ngak mau mama ninggalin sindy sendiri, sindy janji akan berubah kayak dulu lagi, ayo ma buka mata mama!" (sambil menangis tersedu sedu)
Kemudian aku merasa ada yang menggenggam tanganku dengan penuh kelembutan, ketika ku lihat, ternyata ibuku sudah sadar dari komanya
"Sayang, kamu kenapa nangis? Jangan buang air mata kamu nak, mama sehat kok! Mama ngak kenapa napa nak" (sambil mengusap kepalaku)
"Iya ma, sindy janji ngak akan nangis lagi, asalkan mama sembuh! Yaudah sekarang mama istirahat ya!"
 (Tak lama setelah mama nutup matanya, tiba tiba ada yang menepuk pundakku dari belakang)
"Heh, dasar cengeng!"
"Radit? Kamu disini?"
"Iya, aku baru aja sampai, oiya ngobrol diluar yuk?mama kamu kan harus istirahat!" (sambil menarik tanganku keluar dari kamar mama dirawat)
Kami pun duduk di kantin sambil mengobrol asyik, tetapi aku sedikit bingung, kenapa radit selalu melihat ke jam tangannya.. Setelah habis pembahasan, kami pun terdiam sejenak. Dan ditengah kesunyian, suara radit pun membuatku sedikit kaget
"Nah, udah waktunya nih" (ucap radit dengan ceria)
"Kenapa dit?"
"Happy birthday sindy!" (sambil memberikan satu kotak kecil bewarna merah)
"Eh, kok tau sih? Aku sendiri aja lupa loh!" (sambil mengambil kotak kecil pemberian radit dan membuka kado tersebut, yang ternyata isinya adalah sebuah kalung yang indah!
"Wow, bagus banget! Makasih radit"
Radit hanya mengangguk pelan sambil tersenyum manis

Setelah itu, kamipun pergi menuju rumah masing masing
(Keesokan harinya)
Dengan sangat bersemangat, aku berangkat sekolah.
(Sesampainya disana)
Tidak ada yang menyambutku seperti hari hari biasanya, lelah aku mencarinya kesana kemari, dan ternyata dia memang ngak masuk sekolah hari ini.
Setelah bel pulang berbunyi, aku segera bergegas menuju rumah radit
(Sesampainya dirumah radit)
"Kok sepi ya? Radit kayaknya ngak ada dirumah deh!" seketika lewatlah seorang ibu, ia adalah tetangganya radit
"Buk maaf, boleh tau ngak? Radit nya kemana ya? Kok sepi?"
"Oh nak radit? Setau ibuk sih, nak radit lagi dirawat dirumah sakit!"
"Apa? Rumah sakit?, ok makasih buk buat informasinya!"
Tanpa pikir panjang, aku langsung berlari menuju rumah sakit terdekat, dan setibanya disana! Aku bertemu dengan kedua orang tua radit, yang terlihat sangat sedih! Aku pun berlari menghampiri mereka
"Buk, gimana radit? Radit sakit apa buk?"
"Sindy, radit itu sebenarnya sakit parah, dia terkena kanker paru paru, dan sekarang sudah stadium akhir!" (sambil menagis)
"Apa? Tapi buk, sindy ngak percaya, dan selama ini, radit ngak pernah terlihat sakit, dia selalu ceria!"
"Nak, radit itu adalah orang yang kuat! Dia mampu menyembunyikan rasa sakit yang dideritanya itu dengan keceriaan yang ia miliki!"
"Yaampun, sindy ngak nyangka buk! Oiya sindy boleh masuk kedalam?"
"Iya, ayo kita masuk nak!" (membawaku masuk kedalam kamar radit)
"Eh sindy, kamu disini?apa kabar?"
"Kamu tega dit, kamu bilang kalau kita ini sahabat! Tapi kenapa kamu ngakbilang tentang penyakit ini?"
"Sindy, maafin aku! Aku ngak mau buat kamu sedih" (dengan nada lemah tak berdaya)
Kemudian aku pun memegang erat tangan radit
"Kamu bertahan ya, aku sayang kamu, aku ngak mau kalau kamu ninggalin aku!"Radit menjawabnya dengan senyuman dan kemudian tertidur. Dengan melihat kondisi radit yang sangat lemah, ibunya pun menangis sejadi jadinya. Kemudian aku bertanya kepada ibunya, kenapa ia  menangis seperti itu! Dan ibunya menjawab, kalau sebenarnya hidup radit tinggal  1 hari lagi, karna sudah diprediksi dokter yang yang menagani radit selama ini, dengan deraian air mata, ibunya menceritakan semua itu! Dan membuatku ikut meneteskan air mata, lalu aku berkata kepada nya
"Buk, apakah boleh kalau besok, saya ajak radit untuk jalan jalan?"
Ibu radit terdiam sejenak
"Sindy ingin, dihari terakhir radit, dia merasa senang"
Akhirnya ibu radit menyetujui permintaanku!
(Keesokan harinya)
  Aku dan radit berangkat menuju DUVAN, disana aku bermain sepuasnya! Terlihat wajah radit yang ceria dibalik sakit yang dideritanya, aku mengajaknya bermain banyak sekali wahana, agar dia bisa lupa dengan rasa sakitnya. Meskipun sesekali terlihat darah yang mengalir dari hidungnya, dan membuatku tak tahan untuk menahan air mata yang ingin keluar, setelah aku melihat ke jam tangan, ternyata tinggal  3600 detik terakhir umur radit, akupun mengajaknya untuk makan di cafe terdekat, dia terlihat sangat pucat! Setelah makan, kami pergi dari tempat itu menuju kerumah sakit, karena aku takut radit kenapa napa.
  Dengan segera, aku tancap gas agar cepat sampai kerumah sakit, tapi ditengah perjalanan, radit malah memintaku untuk menghentikan mobil, dan dengan segera ku hentikan mobil ini, kemudian aku bertanya, "dit, kamu ngak apa apa kan? Kenapa kamu suruh aku berhenti? Dan dia berkata
" sin, kamu sayang kan sama aku?"
Akupun mengangguk pelan
"Kalau kamu sayang, sekarang aku mau kamu peluk aku!"
Dengan tangisan, akupun segera memeluk radit, dan dia berkata lagi,  "makasih buat moment terakhir ini, hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan bagiku, karna bisa bersama orang yang aku sayangi seharian penuh! Dan dalam 3600 detik terakhirku, aku ingin menghabiskan waktu bersama kamu sindy, karna aku sayang banget sama kamu! Dan sekarang, biarkan aku pergi didalam pelukanmu sin!"
  Dengan tangisan yang tertahan, aku melepaskan pelukanku terhadap radit, setelah aku melihatnya, ternyata dia sudah pergi untuk selama lamanya.
Kisah cinta yang hadir diantara kami, tumbuh disaat detik terakhir radit didunia ini.
Itulah kisah singkat 3600 detik terakhir ku bersamanya...
Satu yang ku ingat dari kata kata radit sebelum pergi untuk selamanya,
"Jangan pernah menangis dalam menghadapi sebuah masalah, dan hadapilah masalah itu dengan keikhlasan dan senyuman, maka in sha Allah, masalah itu akan pergi dengan sendirinya.


Aceh, 13 Maret 2017
Author
 R.N.F

Selasa, 24 Oktober 2017

CerpenKu "MerindukanKehadiranSeorangAyah"

MERINDUKAN KEHADIRAN SEORANG AYAH

     Sudah 15 tahun lamanya, aku tidak pernah lagi merasakan kasih sayang ayah. Ayah yang dulu perhatian, penyayang, dan penuh rasa kasih sayang terhadap ku, kini  semua telah berubah. Dulu kami sering menghabiskan waktu bersama-sama dengan menjalani berbagai aktifitas, kini waktu kami sudah sangat terbatas, meskipun kami masih tinggal di satu atap, tetapi kami hanya bisa bertemu cuma satu jam sehari, itupun kalau aku belum tertidur. Sampai tiba di suatu hari, aku sangat bersyukur kepada Allah, karena setelah sekian lama aku tidak bisa mengobrol dengan ayah, dan akhirnya hari ini aku bisa mencapai keinginanku untuk mengobrol dengannya.
Didalam perbincangan kami, aku sempat meminta satu hal kepada ayah, aku tidak mau ada pengganti ibu di hati ayah. Ya, itu karena ayahku sudah 16 tahun menjadi duda, spontan ayahku terlihat kaget dan termenung sejenak, lalu kemudian menatapku dengan senyum dan sambil mengangguk pelan, yang aku rasa dia setuju dengan permintaan ku.
Hari demi hari pun telah aku jalani dengan penuh rasa kasih sayang ayah yang telah kembali kepadaku, dan tepat pada tanggal 10 september, ayah ku berulang tahun. Dan karena hari ini dia lembur kerja, aku berniat membuat surprise untuk ayah, dan akupun langsung pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli keperluan perayaan ulang tahun ayah, tetapi tiba-tiba air mataku mulai berderai membasahi pipi, yang saat itu tak kuasa aku menahannya. Aku melihat satu kebohongan besar! Ayah, adalah orang yang selalu aku banggakan atas kejujurannya, ternyata telah membohongi anaknya sendiri. Aku melihat ayah sedang berjalan menuju toko peralatan bayi, bersama seorang wanita hamil di samping nya, mereka berjalan dengan penuh kemesraan dan tidak menyadari kalau aku mengikuti mereka sampai kedalam toko tersebut! Dan sekali lagi aku dikagetkan dengan panggilan "sayang", aku terus berusaha untuk positif thinking, tetapi itu dihalangi oleh respon ayah kepada wanita itu yang menjawab dengan penuh kelembutan seperti sepasang suami istri, dan aku sebagai anak dan sekaligus orang yang sudah dibohongi oleh ayah, pasti bertanya-tanya siapa orang yang bersama ayahku itu? Tapi aku tidak berdaya, aku hanya bisa melihat kemesraan mereka dengan deraian air mata! Akupun pulang dengan penuh kekecewaan. Aku masuk kedalam kamar, sambil memikirkan apa yang harus aku lakukan, tiba-tiba bell rumah berbunyi! 1,2, sampai ke 3 kalinya bell itu terus berbunyi dan mengusik ku, dengan terpaksa aku keluar dan membukakan pintu, dan ternyata itu adalah ayah! Dengan terpaksa aku memasang muka bahagia di depan ayah agar dia tidak curiga, malam itupun kami habiskan untuk merayakan ulang tahun ayah dengan penuh pertanyaan yang ingin aku lontarkan kepadanya, tapi aku berusaha untuk terus menahan diri, karena aku tau ayah pasti akan memberikan banyak alasan. Keesokan harinya pun aku menyiapkan sarapan untuk ayah, seperti biasa aku menanyakan apakah hari ini ayah lembur lagi? Dan ya, jawaban yang sama disetiap aku bertanya! Mulai dari situ, aku berfikir untuk mengikuti ayah, apakah dia akan menemui wanita itu lagi, dan tepat sekali! Entah ada hubungan apa diantara mereka, sehingga mereka terlihat begitu mesra.
Setelah aku mengikuti mereka, dan sampai di satu restaurant aku mendengar sedikit tentang pembicaraan mereka. Dan walaupun sedikit, tetapi itu sangat menyayat hati dan menjadi jawaban atas semua pertanyaan ku selama ini! Yang ternyata wanita yang sering bersama ayahku itu adalah istri sirihnya, dan anak yang dikandungnya itu adalah anak dari ayah dan wanita itu.!!
Dengan penuh amarah aku menyetir mobil dengan kecepatan penuh untuk segera sampai kerumah, yang saat itu aku berniat untuk pergi jauh dari kehidupan ayah! Setelah membereskan barang-barang, aku meninggalkan sepucuk surat untuk ayah, yang berisi:
"Selamat tinggal ayah,semoga ayah selalu bahagia dengan istri baru ayah, zahra memang bukan anak yang baik buat ayah, dan zahra selalu menuntut hak dari ayah, sedangkan zahra tidak pernah mau memikirkan apa yang ayah inginkan, zahra memang anak yang tidak berguna! Maafkan zahra ayah, zahra ingin pergi jauh!! Dan tolong jangan khawatirin zahra :) "
Sepucuk surat itu aku letakkan tepat diatas foto ibu yang sudah menjadi almarhumah, dengan penuh kebimbangan aku bergegas pergi meninggalkan rumah tersebut! Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti tahun, tepat di usia 22 tahun aku menemukan kebahagiaan yang telah lama aku nantikan, yaitu dipinang oleh seorang pria impian, satu minggu sebelum pernikahan zakky mengajakku untuk mencari ayah, karena aku tidak bisa menikah jika tanpa kehadiran seorang wali, yaitu ayahku sendiri! Setibanya di kediaman ayah, aku melihat rumah yang tidak terurus dan sangat sepi, beberapa kali aku dan zakky mengetuk pintu, dan keluarlah tetangga ayahku yang mungkin terusik oleh keributan kami, tanpa membuang waktu aku bertanya kepada bu Tika yaitu tetangga ayahku itu, setelah ibu tika menjelaskan tentang kenapa rumah itu tidak terurus dan begitu sepi, aku hanya bisa terdiam tanpa satu patah kata pun, lagi-lagi air mata mulai berjatuhan karena mengingat ayah yang sudah pergi untuk selama lamanya! Aku sangat menyesal karena telah meninggalkan ayah bersama wanita tak tau di untung itu! Yang ternyata wanita itu hanya menginginkan harta kekayaan keluarga kami dengan mengandalkan kepolosan ayahku saja!!
Dengan penuh rasa tanggung jawab, zakky pun mulai menenangkanku dengan kata-kata manisnya!
"Dimana ada kesulitan,disitu ada jalan! Kita sebagai manusia tidak boleh terlalu percaya kepada apapun itu selain kepada Allah dan jangan pernah berputus asa, karena Allah pasti akan ada buat hambanya yang berusaha"

Aceh, 20 Januari 2017

Author
R.N.F

Kisah Nyata "Terbitlah Kala"

Bahagia? Sebuah mimpi yang sedang aku usahakan 14 tahun silam untuk menjadi sebuah nyata. Sebut saja namaku kala, kelas 5 SD pahitnya hidup ...