MERINDUKAN KEHADIRAN SEORANG AYAH
Sudah 15 tahun lamanya, aku tidak pernah lagi merasakan kasih sayang ayah. Ayah yang dulu perhatian, penyayang, dan penuh rasa kasih sayang terhadap ku, kini semua telah berubah. Dulu kami sering menghabiskan waktu bersama-sama dengan menjalani berbagai aktifitas, kini waktu kami sudah sangat terbatas, meskipun kami masih tinggal di satu atap, tetapi kami hanya bisa bertemu cuma satu jam sehari, itupun kalau aku belum tertidur. Sampai tiba di suatu hari, aku sangat bersyukur kepada Allah, karena setelah sekian lama aku tidak bisa mengobrol dengan ayah, dan akhirnya hari ini aku bisa mencapai keinginanku untuk mengobrol dengannya.
Didalam perbincangan kami, aku sempat meminta satu hal kepada ayah, aku tidak mau ada pengganti ibu di hati ayah. Ya, itu karena ayahku sudah 16 tahun menjadi duda, spontan ayahku terlihat kaget dan termenung sejenak, lalu kemudian menatapku dengan senyum dan sambil mengangguk pelan, yang aku rasa dia setuju dengan permintaan ku.
Hari demi hari pun telah aku jalani dengan penuh rasa kasih sayang ayah yang telah kembali kepadaku, dan tepat pada tanggal 10 september, ayah ku berulang tahun. Dan karena hari ini dia lembur kerja, aku berniat membuat surprise untuk ayah, dan akupun langsung pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli keperluan perayaan ulang tahun ayah, tetapi tiba-tiba air mataku mulai berderai membasahi pipi, yang saat itu tak kuasa aku menahannya. Aku melihat satu kebohongan besar! Ayah, adalah orang yang selalu aku banggakan atas kejujurannya, ternyata telah membohongi anaknya sendiri. Aku melihat ayah sedang berjalan menuju toko peralatan bayi, bersama seorang wanita hamil di samping nya, mereka berjalan dengan penuh kemesraan dan tidak menyadari kalau aku mengikuti mereka sampai kedalam toko tersebut! Dan sekali lagi aku dikagetkan dengan panggilan "sayang", aku terus berusaha untuk positif thinking, tetapi itu dihalangi oleh respon ayah kepada wanita itu yang menjawab dengan penuh kelembutan seperti sepasang suami istri, dan aku sebagai anak dan sekaligus orang yang sudah dibohongi oleh ayah, pasti bertanya-tanya siapa orang yang bersama ayahku itu? Tapi aku tidak berdaya, aku hanya bisa melihat kemesraan mereka dengan deraian air mata! Akupun pulang dengan penuh kekecewaan. Aku masuk kedalam kamar, sambil memikirkan apa yang harus aku lakukan, tiba-tiba bell rumah berbunyi! 1,2, sampai ke 3 kalinya bell itu terus berbunyi dan mengusik ku, dengan terpaksa aku keluar dan membukakan pintu, dan ternyata itu adalah ayah! Dengan terpaksa aku memasang muka bahagia di depan ayah agar dia tidak curiga, malam itupun kami habiskan untuk merayakan ulang tahun ayah dengan penuh pertanyaan yang ingin aku lontarkan kepadanya, tapi aku berusaha untuk terus menahan diri, karena aku tau ayah pasti akan memberikan banyak alasan. Keesokan harinya pun aku menyiapkan sarapan untuk ayah, seperti biasa aku menanyakan apakah hari ini ayah lembur lagi? Dan ya, jawaban yang sama disetiap aku bertanya! Mulai dari situ, aku berfikir untuk mengikuti ayah, apakah dia akan menemui wanita itu lagi, dan tepat sekali! Entah ada hubungan apa diantara mereka, sehingga mereka terlihat begitu mesra.
Setelah aku mengikuti mereka, dan sampai di satu restaurant aku mendengar sedikit tentang pembicaraan mereka. Dan walaupun sedikit, tetapi itu sangat menyayat hati dan menjadi jawaban atas semua pertanyaan ku selama ini! Yang ternyata wanita yang sering bersama ayahku itu adalah istri sirihnya, dan anak yang dikandungnya itu adalah anak dari ayah dan wanita itu.!!
Dengan penuh amarah aku menyetir mobil dengan kecepatan penuh untuk segera sampai kerumah, yang saat itu aku berniat untuk pergi jauh dari kehidupan ayah! Setelah membereskan barang-barang, aku meninggalkan sepucuk surat untuk ayah, yang berisi:
"Selamat tinggal ayah,semoga ayah selalu bahagia dengan istri baru ayah, zahra memang bukan anak yang baik buat ayah, dan zahra selalu menuntut hak dari ayah, sedangkan zahra tidak pernah mau memikirkan apa yang ayah inginkan, zahra memang anak yang tidak berguna! Maafkan zahra ayah, zahra ingin pergi jauh!! Dan tolong jangan khawatirin zahra :) "
Sepucuk surat itu aku letakkan tepat diatas foto ibu yang sudah menjadi almarhumah, dengan penuh kebimbangan aku bergegas pergi meninggalkan rumah tersebut! Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti tahun, tepat di usia 22 tahun aku menemukan kebahagiaan yang telah lama aku nantikan, yaitu dipinang oleh seorang pria impian, satu minggu sebelum pernikahan zakky mengajakku untuk mencari ayah, karena aku tidak bisa menikah jika tanpa kehadiran seorang wali, yaitu ayahku sendiri! Setibanya di kediaman ayah, aku melihat rumah yang tidak terurus dan sangat sepi, beberapa kali aku dan zakky mengetuk pintu, dan keluarlah tetangga ayahku yang mungkin terusik oleh keributan kami, tanpa membuang waktu aku bertanya kepada bu Tika yaitu tetangga ayahku itu, setelah ibu tika menjelaskan tentang kenapa rumah itu tidak terurus dan begitu sepi, aku hanya bisa terdiam tanpa satu patah kata pun, lagi-lagi air mata mulai berjatuhan karena mengingat ayah yang sudah pergi untuk selama lamanya! Aku sangat menyesal karena telah meninggalkan ayah bersama wanita tak tau di untung itu! Yang ternyata wanita itu hanya menginginkan harta kekayaan keluarga kami dengan mengandalkan kepolosan ayahku saja!!
Dengan penuh rasa tanggung jawab, zakky pun mulai menenangkanku dengan kata-kata manisnya!
"Dimana ada kesulitan,disitu ada jalan! Kita sebagai manusia tidak boleh terlalu percaya kepada apapun itu selain kepada Allah dan jangan pernah berputus asa, karena Allah pasti akan ada buat hambanya yang berusaha"
Aceh, 20 Januari 2017
Author
R.N.F
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kisah Nyata "Terbitlah Kala"
Bahagia? Sebuah mimpi yang sedang aku usahakan 14 tahun silam untuk menjadi sebuah nyata. Sebut saja namaku kala, kelas 5 SD pahitnya hidup ...
-
ARLOJI KEMATIAN Oleh: Risca Nanda Fontia Ketika detik tak lagi berdetak, Raga menggulung diri di ranjang renta. Kerap terdengar riuh ig...
-
PENUH GELOMBANG Khairul Anam Hidup ini bagai di tengah lautan Penuh gelombang dan hantaman-h...
-
Superhero jaman doeloe Oleh: Risca Nanda Fontia Di tengah gelapnya malam, Kau hadir bak rembulan. ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar