Rabu, 25 Oktober 2017

CerpenKu "DetikTerakhirnya"

        DETIK TERAKHIR NYA 
        
  Aku bahagia, karena aku terlahir sebagai anak tunggal, dan juga di keluarga konglomerat, dan tidak hanya itu!akupun menjadi anak kesayangan ayah dan ibu, semua waktu ku jalani bersama dengan mereka. Mulai pagi, hingga malam harinya. Semua waktuku habis bersama mereka!ya, kesenangan tiada tara bagiku. Bagaimana tidak? Apapun yang aku inginkan, pasti akan aku dapatkan dengan mudah, aku sempat berpikir, apakah aku akan merasakan semua kebahagiaan ini selama hidupku?ternyata tidak, tidak sama sekali! Karena aku tau, roda pasti akan berputar, yang dulu aku berada di atas, sekarang aku berada di tingkat bawah, bahkan paling bawah. Ya, itulah kehidupanku sekarang, semenjak kedua orang tuaku memutuskan untuk berpisah, kehidupanku pun mulai berubah 360°, ayah pergi ke inggris, sedangkan aku dan ibu pindah kerumah yang baru, dengan alasan ibu tidak ingin lagi terbayang akan masa lalu di rumah kami yang lama! Lalu, mau dikatakan apalagi?aku pun mengikuti saja kemauan ibu untuk pindah rumah!

(Setahun pun berlalu)

   Selama setahun itu, aku tidak pernah bicara dengan ibu, ya karna aku benci dia!aku benci ibu!dia ngak pernah ada waktu untukku, dia hanya sibuk dengan bisnis dan pekerjaannya!
Dan hari ini, adalah hari pertama aku masuk kesekolah baru, dimana sekolah itu, bagaikan neraka untukku, yang didalamnya pasti banyak sekali peraturan yang dapat menghalangi perbuatanku.

(Saat masuk kelas)
   Semua menatapku dengan tatapan sinis, ya mungkin itu terjadi karena penampilanku yang berandalan, tapi hal tersebut tidak kudapati dengan seorang cowok culun yang duduk sendiri di bangku nomor dua itu, ia terlihat ramah, dan sepertinya dia suka kepadaku!
Ahh,,, tapi apa untungnya untukku?bodo amat sih! (Kataku dalam hati)
Dan seperti kebiasaan, anak baru harus memperkenalkan diri, begitu juga dengan aku saat itu, setelah memperkenalkan diri, cowok yang tidak aku ketahui namanya itupun mengajakku untuk duduk disampingnya,, hemm yaudahlah ya, ngak apa apa deh duduk dengan anak udik dan culun ini! (Pikirku dalam hati)
Dan baru saja aku duduk, dia langsung menyodorkan tangannya sebagai tanda perkenalan, dan tak lupa ia menyebutkan nama, begitu juga sebaliknya dengan ku!
(Singkat cerita)
   Waktu istirahatpun tiba. Sebagai anak baru yang belum mempunyai teman, jadi aku memutuskan untuk pergi ke taman sekolah sendirian. Aku duduk, dengarin musik, dan berpikir (sebenarnya ada apa sama aku?aku dulu ngak seperti ini!dulu aku ceria, dulu aku bahagia, dulu aku selalu tertawa, tapi sekarang? Kenapa semua berubah?aku sendiri!aku hampa dan kosong! Aku lelah hidup sendiri, aku merasa menjadi manusia konyol, aku ngak kenal siapa aku sekarang, aku merasa terlantar, dan aku, aku bodoh!kenapa aku seperti ini?"

   Ditengah lamunan ku, tiba tiba Radit datang, ia adalah cowok yang sering aku sebut culun!
Spontan aku berkata "Ngapain loe disini, hah?" (dengan nada kasar dan tinggi)
"Wissss, galak amat nenk!ntar cantiknya ilang loh!" (setengah ngeledek)
"Dasar resek loe!"
"Udah, jangan marah marah, aku kesini tuh, buat kasi ini untuk kamu!" (menyodorkan sebungkus roti)
"Ini?ini buat gue?heh culun, loe pikir gue orang miskin?gue bisa beli ini sendiri!bahkan kalau perlu, tokonya sekalian gue beli! Oh ya satu lagi mulai sekarang dan seterusnya, loe jangan pernah ngurusin hidup gue lagi, dengar?" (nada geram sambil membuang sebungkus roti yang diberikan radit, kemudian pergi dari taman)
"Haduhh, kayak macan tuh cewek, seram amat!tapi cantik sih, hehe"

  Setelah aku pergi dari taman, aku kembali masuk ke kelas. Dan karena bosan, akupun tertidur! Entah berapa lama aku tidur, sampai akhirnya terdengar suara berisik dari seorang bapak bapak yang tak sedikutpun ku hiraukan
"Sin, sindy!sindy ayo bangun!,,, ayo cepat bangun! Sindy! (Brukkk, memukul meja)
Spontan aku terbangun dan berkata
" apaan sih pak?ribut banget, ngak sopan deh!" (nada keras)
"Kamu itu yang apa apaan?dasar anak tidak sopan!" (dengan nada ngebentak)
"Eh, bapak jangan macam macam ya!jangan mentang mentang bapak itu guru disini, terus bisa seenaknya bangunin orang!"
"Dasar anak gila!sekarang kamu ikut bapak menghadap kepala sekolah!" (sambil menarik lengan bajuku, tapi aku sangat senang, karna sekarang aku pasti akan dikeluarkan dari sekolah)

  Sesampainya dikantor kepsek....

"Silahkan duduk sindy, jadi saya sudah dengar pengaduan pak ridwan tentang sikap kamu yang sangat kasar, sebenarnya apa sih mau kamu? Kamu kan perempuan, lagi pula kamu ini anak baru!seharusnya tidak berprilaku seperti ini!" (kata kepsek)
"Udah deh pak, daripada repot panjang lebar ngomong nya, lebih baik bapak keluarin saya aja dari sekolah ini, saya mau kok!"
"Oh tidak bisa sindy, karna ibu kamu sendiri yang meminta agar bapak merubah sikap kami yang berandalan, menjadi lebih baik, jadi kamu itu sudah menjadi tanggung jawab bapak!"
"Aduh pak, pusing ya dengerinnya!jadi saya harus ngapain?"
"Yasudah, sebagai hukuman, sekarang bapak mau, kamu bersihkan seluruh toilet yang ada di sekolah ini, dan setelah itu, kembali kesini lagi!"
(Dengan sedikit meledek, aku membalas jawaban kepsek)
"Udah selesai pak?sanggup ya, ceramah panjang lebar, awas ntar lepas tuh mulutnya" ( sambil pergi meninggalkan kantor kepsek dan menuju toilet)
  Ditengah perjalanan menuju toilet, aku berpikir, kenapa harus capek capek bersihin toilet?lebih baik, aku kabur aja! Dan langsung saja niat itu aku jalankan, ketika sampai dibelakang sekolah, segera aku panjat tembok tinggi itu untuk kabur, dan setelah bersusah payah memanjat, akhirnya aku sampai diatas tembok, dan ketika ingin loncat kebawah, ada seseorang yang memegang kakiku, dan membuatku kaget, ketika aku melihat kebawah, ternyata yang menarik adalah radit, dia terus membujuk agar aku mau turun kebawah, meskipun awalnya aku menolak, tapi akhirnya aku mau karna aku berpikir kalau bisa manfaatin dia!
(Setelah turun)
"Apaan sih loe? Kan udah pernah gue bilang, loe jangan pernah ngurusin hidup gue, loe itu bukan siapa siapa gue!loe itu cuma cowok culun yang ngak berguna!"
"Tapi loe itu, udah gua anggap sebagai sahabat gua!" (dengan nada lembut ia terus bicara, meskipun wajahku menunjukkan kalau aku ngak suka sama kata katanya)
"Kenapa?kamu gak percaya?sindy kamu harus percaya sama aku, aku tuh peduli banget sama kamu, apa perlu aku buktiin?"
"Ok kalau kamu mau ngebuktiin, sekarang ikut aku!" (aku pun mengajaknya ke toilet dan sesampainya di depan toilet, radit menyuruhku untuk berhenti)
"Eh eh, tunggu dulu!kamu ngapain ngajak aku ketoilet?mau ngajak macem macem ya? Ayo ngaku!"
"Eh dasar, mikirnya ngeres mulu!tadi loe bilang, katanya mau ngebuktiin kalau loe sahabat gue kan?jadi sekarang gue mau, loe bersihin semua toilet yang ada di sekolah ini!"
"Hmmm cuma itu?ok, apa sih yang enggak buat sindy" (sambil tersenyum)
"Idih, lebay lu! Yaudah kerjain cepat!"
(Radit hanya tersenyum dan langsung membersihkan toilet, aku pun menunggunya disebuah bangku panjang hingga tertidur.)
  Beberapa saat kemudian, radit pun membangunkan ku, setelah aku membuka mata, aku melihat wajah radit yang pucat dan sedikit darah di hidungnya!
"Radit, loe kenapa? Hidung loe keluar darah!"
(Sambil mengelap hidungnya) "ngak, aku ngak kenapa kenapa kok sin"
"Baguslah, sekarang gue mau ke ruang kepsek dulu, bye!"

  Aku pergi tanpa mengucapkan terimakasih kepada radit, dan setelah tiba di ruang kepsek, aku disuruh masuk dan dipersilahkan duduk, pada saat itu aku pikir kepsek akan memaafkan aku, eh padahal dia cuma mau bilang kalau hukuman aku ditambah,dan dia men skors aku selama seminggu, ya aku senang sih! itung itung bisa refresing!. Setelah mendengar hukuman itu, aku langsung pulang, karena memang sudah waktunya untuk pulang sekolah!

(Sesampainya di rumah)
Seperti biasa, aku masuk kamar dan menguncinya sampai keesokan harinya!itulah yang aku lakukan setiap hari, karena jarang bertemu ibu, aku jadi pemurung dan seperti orang asing dirumah sendiri.

Keesokan harinya...
"Sayang, bangun!nanti kamu telat loh sekolahnya! (Ucap mama dengan lembut)
" ada apa sih?pagi pagi udah gangguin orang aja!" (sambil membuka pintu)
"Nak, kok belum siap siap?kamu ngak pergi sekolah?"
"Ngak! Aku dihukum kepsek, gak boleh masuk sekolah dalam seminggu ini!"
"Apa? Kok bisa?emangnya kamu salah apa nak?"
"Heuh, kepo banget sih! (Masuk kamar sambil ngebanting pintu)
" yaampun, ada apa dengan sindy? Kenapa dia jadi keras seperti ini? (Sambil menangis)

  Satu minggu pun berlalu, seperti biasa aku berangkat kesekolah.
sesampainya disekolah!!
"Eh cantik, udah sampai! Kemana aja? Udah seminggu ngak keliatan!"
"Kenapa? kangen?"
"Iyalah, kangen banget malah!"
"Heh, lebay, alay loe!
" Tapi suka kan? Hehe"
"Idih, apaan sih loe!"
Kamipun masuk bareng ke kelas...
(Singkat cerita)
Jam pun menunjukkan waktunya pulang sekolah..

Sesampainya dirumah!
"Bik, mama mana?"
"Mama  non, mama emmmm, mama.."
"Apaan sih bik? Mama anu, mama emm, ngomong yang jelas donk!"
"Mama masuk rumah sakit non!"
"Apa?"

Tanpa pikir panjang, aku bergegas kerumah sakit untuk melihat keadaan mama!

Sesampainya di rumah sakit

"Ma, mama bangun ma! Maafin sindy udah sering ngebentak dan marahin mama, sindy sayang banget sama mama, sindy ngak mau mama ninggalin sindy sendiri, sindy janji akan berubah kayak dulu lagi, ayo ma buka mata mama!" (sambil menangis tersedu sedu)
Kemudian aku merasa ada yang menggenggam tanganku dengan penuh kelembutan, ketika ku lihat, ternyata ibuku sudah sadar dari komanya
"Sayang, kamu kenapa nangis? Jangan buang air mata kamu nak, mama sehat kok! Mama ngak kenapa napa nak" (sambil mengusap kepalaku)
"Iya ma, sindy janji ngak akan nangis lagi, asalkan mama sembuh! Yaudah sekarang mama istirahat ya!"
 (Tak lama setelah mama nutup matanya, tiba tiba ada yang menepuk pundakku dari belakang)
"Heh, dasar cengeng!"
"Radit? Kamu disini?"
"Iya, aku baru aja sampai, oiya ngobrol diluar yuk?mama kamu kan harus istirahat!" (sambil menarik tanganku keluar dari kamar mama dirawat)
Kami pun duduk di kantin sambil mengobrol asyik, tetapi aku sedikit bingung, kenapa radit selalu melihat ke jam tangannya.. Setelah habis pembahasan, kami pun terdiam sejenak. Dan ditengah kesunyian, suara radit pun membuatku sedikit kaget
"Nah, udah waktunya nih" (ucap radit dengan ceria)
"Kenapa dit?"
"Happy birthday sindy!" (sambil memberikan satu kotak kecil bewarna merah)
"Eh, kok tau sih? Aku sendiri aja lupa loh!" (sambil mengambil kotak kecil pemberian radit dan membuka kado tersebut, yang ternyata isinya adalah sebuah kalung yang indah!
"Wow, bagus banget! Makasih radit"
Radit hanya mengangguk pelan sambil tersenyum manis

Setelah itu, kamipun pergi menuju rumah masing masing
(Keesokan harinya)
Dengan sangat bersemangat, aku berangkat sekolah.
(Sesampainya disana)
Tidak ada yang menyambutku seperti hari hari biasanya, lelah aku mencarinya kesana kemari, dan ternyata dia memang ngak masuk sekolah hari ini.
Setelah bel pulang berbunyi, aku segera bergegas menuju rumah radit
(Sesampainya dirumah radit)
"Kok sepi ya? Radit kayaknya ngak ada dirumah deh!" seketika lewatlah seorang ibu, ia adalah tetangganya radit
"Buk maaf, boleh tau ngak? Radit nya kemana ya? Kok sepi?"
"Oh nak radit? Setau ibuk sih, nak radit lagi dirawat dirumah sakit!"
"Apa? Rumah sakit?, ok makasih buk buat informasinya!"
Tanpa pikir panjang, aku langsung berlari menuju rumah sakit terdekat, dan setibanya disana! Aku bertemu dengan kedua orang tua radit, yang terlihat sangat sedih! Aku pun berlari menghampiri mereka
"Buk, gimana radit? Radit sakit apa buk?"
"Sindy, radit itu sebenarnya sakit parah, dia terkena kanker paru paru, dan sekarang sudah stadium akhir!" (sambil menagis)
"Apa? Tapi buk, sindy ngak percaya, dan selama ini, radit ngak pernah terlihat sakit, dia selalu ceria!"
"Nak, radit itu adalah orang yang kuat! Dia mampu menyembunyikan rasa sakit yang dideritanya itu dengan keceriaan yang ia miliki!"
"Yaampun, sindy ngak nyangka buk! Oiya sindy boleh masuk kedalam?"
"Iya, ayo kita masuk nak!" (membawaku masuk kedalam kamar radit)
"Eh sindy, kamu disini?apa kabar?"
"Kamu tega dit, kamu bilang kalau kita ini sahabat! Tapi kenapa kamu ngakbilang tentang penyakit ini?"
"Sindy, maafin aku! Aku ngak mau buat kamu sedih" (dengan nada lemah tak berdaya)
Kemudian aku pun memegang erat tangan radit
"Kamu bertahan ya, aku sayang kamu, aku ngak mau kalau kamu ninggalin aku!"Radit menjawabnya dengan senyuman dan kemudian tertidur. Dengan melihat kondisi radit yang sangat lemah, ibunya pun menangis sejadi jadinya. Kemudian aku bertanya kepada ibunya, kenapa ia  menangis seperti itu! Dan ibunya menjawab, kalau sebenarnya hidup radit tinggal  1 hari lagi, karna sudah diprediksi dokter yang yang menagani radit selama ini, dengan deraian air mata, ibunya menceritakan semua itu! Dan membuatku ikut meneteskan air mata, lalu aku berkata kepada nya
"Buk, apakah boleh kalau besok, saya ajak radit untuk jalan jalan?"
Ibu radit terdiam sejenak
"Sindy ingin, dihari terakhir radit, dia merasa senang"
Akhirnya ibu radit menyetujui permintaanku!
(Keesokan harinya)
  Aku dan radit berangkat menuju DUVAN, disana aku bermain sepuasnya! Terlihat wajah radit yang ceria dibalik sakit yang dideritanya, aku mengajaknya bermain banyak sekali wahana, agar dia bisa lupa dengan rasa sakitnya. Meskipun sesekali terlihat darah yang mengalir dari hidungnya, dan membuatku tak tahan untuk menahan air mata yang ingin keluar, setelah aku melihat ke jam tangan, ternyata tinggal  3600 detik terakhir umur radit, akupun mengajaknya untuk makan di cafe terdekat, dia terlihat sangat pucat! Setelah makan, kami pergi dari tempat itu menuju kerumah sakit, karena aku takut radit kenapa napa.
  Dengan segera, aku tancap gas agar cepat sampai kerumah sakit, tapi ditengah perjalanan, radit malah memintaku untuk menghentikan mobil, dan dengan segera ku hentikan mobil ini, kemudian aku bertanya, "dit, kamu ngak apa apa kan? Kenapa kamu suruh aku berhenti? Dan dia berkata
" sin, kamu sayang kan sama aku?"
Akupun mengangguk pelan
"Kalau kamu sayang, sekarang aku mau kamu peluk aku!"
Dengan tangisan, akupun segera memeluk radit, dan dia berkata lagi,  "makasih buat moment terakhir ini, hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan bagiku, karna bisa bersama orang yang aku sayangi seharian penuh! Dan dalam 3600 detik terakhirku, aku ingin menghabiskan waktu bersama kamu sindy, karna aku sayang banget sama kamu! Dan sekarang, biarkan aku pergi didalam pelukanmu sin!"
  Dengan tangisan yang tertahan, aku melepaskan pelukanku terhadap radit, setelah aku melihatnya, ternyata dia sudah pergi untuk selama lamanya.
Kisah cinta yang hadir diantara kami, tumbuh disaat detik terakhir radit didunia ini.
Itulah kisah singkat 3600 detik terakhir ku bersamanya...
Satu yang ku ingat dari kata kata radit sebelum pergi untuk selamanya,
"Jangan pernah menangis dalam menghadapi sebuah masalah, dan hadapilah masalah itu dengan keikhlasan dan senyuman, maka in sha Allah, masalah itu akan pergi dengan sendirinya.


Aceh, 13 Maret 2017
Author
 R.N.F

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Nyata "Terbitlah Kala"

Bahagia? Sebuah mimpi yang sedang aku usahakan 14 tahun silam untuk menjadi sebuah nyata. Sebut saja namaku kala, kelas 5 SD pahitnya hidup ...