CANDU RINDU BIBIRMU
Oleh: Risca Nanda Fontia
Aku mengenalnya, seorang wanita manis layaknya Bidadari....
Perangai lembutnya; sangat disenangi
Senyum manisnya; akan selalu dirindui
Tatapan teduhnya; sungguh mengilhami.
Telah banyak waktu berlalu, termakan ganas sang waktu.
Beribu suka duka, kita padu menjadi satu.
Meski kini, pahit bak empedu.
Ingatkah? Setiap saat cepat berlalu,
Keluh kesah yang sempat tersampaikan, kau urai perlahan.
Mencari penyelesaian, dalam jalan penuh tikungan.
Entah sedih atau senang, kau hanya melukiskan guratan kebahagiaan...
Keramahanmu membawa nyaman bagi kami untuk tetap tinggal.
YA, tinggal disudut ruang yang sepi!
Tulisan ini, tak mampu lukiskan senyum bibirmu!
Pun bola matamu yang indah bak indah bak dunia penuh warna, bahagia, juga kehidupan.
Bu, sejuta kenangan telah melewati waktu,
Meski pada ujung temu, kita kembali terpisahkan waktu
Yang kini menjadi candu rindu.
Dan apa ibu tau? Dari lubuk terdalam, kami tak ingin apabila kau pergi meninggalkan sepi.
Menyisa sejarah, yang harus kami ziarahi setiap waktu.
Entah bagaimana nasib kami saat kau melangkah jauh kesana,
Mungkin layaknya buih lautan yang tak berguna,
Atau awan-awan yang berserakan.
Kami mandiri, kami tak ingin terus bergantung padamu...
Tapi kau adalah pondasi utama kesuksesan kami,
Kau menempah kami dengan ilmu kedewasaan didalam ketenangan.
Maaf, jika kata-kata ini membuatku durhaka,
Maaf, jika semua ini membuatmu resah,
Maaf, hanya ini yang dapat kami berikan pada hari perpisahan, agar kelak menjadi sebuah ketenangan didalam kenangan.
Aceh, 26 Oktober 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kisah Nyata "Terbitlah Kala"
Bahagia? Sebuah mimpi yang sedang aku usahakan 14 tahun silam untuk menjadi sebuah nyata. Sebut saja namaku kala, kelas 5 SD pahitnya hidup ...
-
ARLOJI KEMATIAN Oleh: Risca Nanda Fontia Ketika detik tak lagi berdetak, Raga menggulung diri di ranjang renta. Kerap terdengar riuh ig...
-
PENUH GELOMBANG Khairul Anam Hidup ini bagai di tengah lautan Penuh gelombang dan hantaman-h...
-
Superhero jaman doeloe Oleh: Risca Nanda Fontia Di tengah gelapnya malam, Kau hadir bak rembulan. ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar