Selasa, 09 Januari 2018

Puisi untuk Ibu

"Kuukir namamu"
Oleh: Fontiastories

Dikala senja, ku duduk berpangku kesunyian.
Ku lihat ke arah sudut yang diterangi sebuah pelita tak bernyawa berada seorang wanita tua yang membawa beban di perutnya.
Ia terbaring beralaskan anyaman tikar, wajahnya terlihat teduh seraya mengelus lembut beban yang ditanggungnya.
Hati ini meringis merasakan sakit dan haru.
Bagaimana bisa terlelap jika harus menanggung buntelan besar di tubuhnya.
Tanpa kusadari setetes air mata dosa mulai membasahi pipi dan berakhir di sudut bibir.
Penuh sudah raga ini akan dosa pada nya.
Seringkali ku buat air matanya jatuh berderai.
Padahal, berkat jiwa kasih sayangnya lah  para generasi terus berdatangan.
Berkat tangannya lah banyak orang dapat meraih mimpi dan sebuah angan.
Ibu, satu kata beribu makna yang kan ku ukir sejarahnya.
Yang ku kenang pengorbanannya.
Teruslah menjadi ibu kami yang senantiasa membimbing kami dengan doa-doa mustajab mu.....


Aceh, 19 Desember 2017










     Assalamualaikum, perkenalkan saya penulis di blog ini, saya menulis beberapa karangan, dimulai dari fiksi maupun nonfiksi. Puisi diatas pernah memenangkan juara dua lomba menulis puisi dalam memperingati hari ibu. Jika ada keperluan, bisa hubungi saya melalui cp dibawah
Wa: 085296857460
Line: 085296857460
See you, salam literasi :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Nyata "Terbitlah Kala"

Bahagia? Sebuah mimpi yang sedang aku usahakan 14 tahun silam untuk menjadi sebuah nyata. Sebut saja namaku kala, kelas 5 SD pahitnya hidup ...