BEGITU MESTERI
oleh: A.R
Seakan tiada kata lagi untuk kuucapkan
Renta kukuatanku hingga merasuk angan
Yang ada hanya senyum dalam pejam mataku
Entah itu siapa, aku tak tahu
Seringkali rindu menyusup dalam kalbu
Tapi entah dia siapa
Mungkin hanya sebuah ilusi,
Sekedar mimpi seolah nyata
Apa yang dapat aku lakukan?
Sedang menyapanya aku tak bisa
Hanya gelisah yang meronta merana
Apa yang dapat aku lakukan?
Sedang menatapnya aku tak mampu
Hanya dalam kesendirian aku berseru
Salahkah bila kumiliki segenggam perasaan?
Huh, biarlah kukubur rasa ini, lalu menjadi tempat perziarahan
Dan biarkan semua menabur bunga-bunga bahagia
Dengan puja-puja cinta, atau seutas doa
Namun mengertikah mereka
Tahukah bahwa cinta sejati tak akan pernah mati
Ia tak terbatas ruang dan waktu, tak terlihat oleh penglihatan mata
Ya, semua hanya bisa merasakan dengan nurani
Bahkan angan, terkadang tak mampu memahami apa itu cinta
Sungguh begitu mesteri adanya
Hanya suatu ungkapan
Namun begitu sulit, tak bisa terlukiskan
Hati ini menangis
Sungguh semakin membengis
Hanya dapat kurasa
Tanpa bisa berbuat apa
Kini bimbang membelai begitu mesra
Jangan-jangan tiada kebahagiaan cinta di dunia
Yang ada hanya harapan
Kelak tak akan ada lagi kesengsaraan
Sebab yang kumiliki satu
Dalam harapanku
Hanya kamu
Dalam kebahagiaanku
13 Januari 2018.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kisah Nyata "Terbitlah Kala"
Bahagia? Sebuah mimpi yang sedang aku usahakan 14 tahun silam untuk menjadi sebuah nyata. Sebut saja namaku kala, kelas 5 SD pahitnya hidup ...
-
ARLOJI KEMATIAN Oleh: Risca Nanda Fontia Ketika detik tak lagi berdetak, Raga menggulung diri di ranjang renta. Kerap terdengar riuh ig...
-
PENUH GELOMBANG Khairul Anam Hidup ini bagai di tengah lautan Penuh gelombang dan hantaman-h...
-
Superhero jaman doeloe Oleh: Risca Nanda Fontia Di tengah gelapnya malam, Kau hadir bak rembulan. ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar