DAEGI JUNG
Oleh: Risca Nanda Fontia
Sejuk memecah pilu disaat malam membuta.
Jejak bayang tersapu manisnya kata indah,
Menanti sesosok pujangga cinta
Yang tak kunjung tampak tersapu mata.
Meski dingin terus datang menggoda.
Termanggu,
Berpangku,
Sepi diatas pualam beku.
Terjerat akan bingkai rindu
Yang selalu menuntut bertemu.
Kuharap, penantian tak berujung semu
Hingga kelak kita bersatu.
Disini, terus menanti
Hingga jasad ini, busuk karena mati.
Aceh, 24 April 2018
Senin, 29 Oktober 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kisah Nyata "Terbitlah Kala"
Bahagia? Sebuah mimpi yang sedang aku usahakan 14 tahun silam untuk menjadi sebuah nyata. Sebut saja namaku kala, kelas 5 SD pahitnya hidup ...
-
ARLOJI KEMATIAN Oleh: Risca Nanda Fontia Ketika detik tak lagi berdetak, Raga menggulung diri di ranjang renta. Kerap terdengar riuh ig...
-
PENUH GELOMBANG Khairul Anam Hidup ini bagai di tengah lautan Penuh gelombang dan hantaman-h...
-
Superhero jaman doeloe Oleh: Risca Nanda Fontia Di tengah gelapnya malam, Kau hadir bak rembulan. ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar