Senin, 29 Oktober 2018

Puisi Kesetiaan

JASAD SANG PENUNGGU SETIA
Oleh: Risca Nanda Fontia

Adalah aku sang tembok pembatas angan,
Yang tak larat mendengar juga melihat.
Adalah aku sang pencakar langit,
Yang tak sanggup mengucap rindu.

Ribuan pilar roboh, menimpa jasad beku.
Jasad sang penunggu setia,
Jasad sang pemimpi,
Jasad yang merindu,
Jasad yang bungkam akan rasa yang padu.

Lebih baik aku mati menyusul ibu,
Daripada aku disiksa rindu.
Rindu yang selalu menggebu,
Meronta di dalam kalbu.



Aceh, 28 Maret 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Nyata "Terbitlah Kala"

Bahagia? Sebuah mimpi yang sedang aku usahakan 14 tahun silam untuk menjadi sebuah nyata. Sebut saja namaku kala, kelas 5 SD pahitnya hidup ...