JASAD SANG PENUNGGU SETIA
Oleh: Risca Nanda Fontia
Adalah aku sang tembok pembatas angan,
Yang tak larat mendengar juga melihat.
Adalah aku sang pencakar langit,
Yang tak sanggup mengucap rindu.
Ribuan pilar roboh, menimpa jasad beku.
Jasad sang penunggu setia,
Jasad sang pemimpi,
Jasad yang merindu,
Jasad yang bungkam akan rasa yang padu.
Lebih baik aku mati menyusul ibu,
Daripada aku disiksa rindu.
Rindu yang selalu menggebu,
Meronta di dalam kalbu.
Aceh, 28 Maret 2018
Senin, 29 Oktober 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kisah Nyata "Terbitlah Kala"
Bahagia? Sebuah mimpi yang sedang aku usahakan 14 tahun silam untuk menjadi sebuah nyata. Sebut saja namaku kala, kelas 5 SD pahitnya hidup ...
-
ARLOJI KEMATIAN Oleh: Risca Nanda Fontia Ketika detik tak lagi berdetak, Raga menggulung diri di ranjang renta. Kerap terdengar riuh ig...
-
PENUH GELOMBANG Khairul Anam Hidup ini bagai di tengah lautan Penuh gelombang dan hantaman-h...
-
Superhero jaman doeloe Oleh: Risca Nanda Fontia Di tengah gelapnya malam, Kau hadir bak rembulan. ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar