Pengabdi Kemajuan Dunia
Oleh: Risca Nanda Fontia
Guratan abstrak di wajah sang pengasih,
Peluh tanpa asa, mengalir tanpa henti
Tersenyum pasrah menahan perih,
Meski raga terasa akan mati.
Sebisa mungkin menahan diri,
Agar tegar menjalani hidup tanpa kekasih.
Wanita, bukan dari tulang ubun ia dicipta.
Karena hanya akan tersanjung bila di puja.
Bukan pula dari tulang kaki,
Karena tidak pantas diinjak serta direndahkan.
Tapi dari tulang rusuk ia dicipta,
Dekat dengan hati dan tangan, karena memang pantas dicintai,
Juga dilindungi.
Tiada yang bisa menandingi kekuatannya dalam kehidupan.
Juga menandingi kasihnya dalam ketulusan.
Wanita, pengabdi kemajuan dunia, bak kemegahan nabastla.
Aceh, 13 Mei 2018
Senin, 29 Oktober 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kisah Nyata "Terbitlah Kala"
Bahagia? Sebuah mimpi yang sedang aku usahakan 14 tahun silam untuk menjadi sebuah nyata. Sebut saja namaku kala, kelas 5 SD pahitnya hidup ...
-
ARLOJI KEMATIAN Oleh: Risca Nanda Fontia Ketika detik tak lagi berdetak, Raga menggulung diri di ranjang renta. Kerap terdengar riuh ig...
-
PENUH GELOMBANG Khairul Anam Hidup ini bagai di tengah lautan Penuh gelombang dan hantaman-h...
-
Superhero jaman doeloe Oleh: Risca Nanda Fontia Di tengah gelapnya malam, Kau hadir bak rembulan. ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar