Senin, 29 Oktober 2018

Puisi Kemiskinan

HARAPAN JIWA INSAN
Oleh: Risca Nanda Fontia

Recehan yang terikat menjadi satu, membunyikan rintikan suara gemerincing.
Satu sampai Lima gerbong kau langkahi,
Tetapi hasil tak sesuai harapan! Perjalanan yang mulai melaju
Diatas ranjang jeruji bianglala seakan tak menyurutkan suara!
Jejak langkah mengecap tinta darah, tak menjadi sebuah halang rintang.
Jiwa yang terlanjur menajur harapan,
Akan didorong semangat yang berkobaran.
Meskipun setiap sel membran terpenuhi hujatan dan hinaan.
Langkah kaki yang tak tersurutkan,
Akan menjadi awal sebuah kebahagiaan.
Harapan, tidak akan pernah lenyap!
Ia selalu hadir bak malaikat tak bersayap,
Menyapa setiap hati yang penuh harap,
Berharap harapnya tak dianggap sebagai kurap,
Yang tak terobati, namun hanya diidap.
Harapan, kini semua sudah lengkap!
Berdiri tegap, tak lagi tengkurap.
Hingga semua alasan untuk berharap, menjadi terungkap!

Aceh, 16 Januari 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Nyata "Terbitlah Kala"

Bahagia? Sebuah mimpi yang sedang aku usahakan 14 tahun silam untuk menjadi sebuah nyata. Sebut saja namaku kala, kelas 5 SD pahitnya hidup ...